Perbedaan Pancang dengan metoda hammer dan metoda Jack in Pile



Ada beberapa jenis/type pondasi dalam kontruksi bangunan tingkat menengah. Kali ini moderator akan membahas tentang pondasi tiang pancang yang sering ditemui dipasaran.
Pada proses pemancangan tiang pancang ada 2 metode umum yang sering digunakan di lapangan diproyek, yakni 
metode jack-in pile.dan metode hammer.

Pertama Metode JACK-IN Pile adalah metode pemancangan dengan menggunakan Mesin Pancang Hydraulic dimana proses pemancang tiang pancang dengan memberikan tekanan beban secara STATIS (beban tetap, baik besarnya (intensitasnya), titik bekerjanya dan arah garis kerjanya) pada tiang pancang, penekanan/pemancangan tiang akan berhenti bila tiang telah mencapai tanah keras aktual (bisa sesuai data sondir report dan bisa juga kurang atau lebih dalam dari kedalaman sondir). 

Metode Kedua yakni dengan Metode Hammer dimana proses pemancang tiang pancang dengan memberikan tekanan beban secara Dinamik pada bagian ujung tiang dengan cara menjatuhkan beban ke tiang pancang seperti dipukul secara berulang ulang hingga penetrasi tiang pancang sudah maksimum.

Q1+kapasitas120ton
Metoda Hydraulic Jack-In
IMG-20120802-02531
Metoda Hammer

Metoda Jack In Pile memiliki beberapa Kelebihan dibanding Metoda Hammer antara lain :

- Menghasilkan Daya dukung Gesek tanah yang lebih baik karena metoda hydraulic jack-in (metoda penetrasi tekan statis) sehingga tanah yang tadinya mendorong kesamping akibat penetrasi tiang, dalam beberapa jam tanah yang terdorong akan kembali menjepit tiang dan memberikan daya dukung tambahan (friksi tanah terhadap tiang akan semakin besar)
- Tidak menghasilkan suara bising seperti pada hammer (umumnya menggunakan Silent Genset sebagai main power untuk aktifitas mesin hydraulic jack in) sehingga tidak menghasilkan polusi asap yang cukup berarti
- Output pekerjaan/ produktifitas kerjanya lebih baik daripada hammer (untuk pekerjaan pemancangan dimana penetrasi max adalah rata tanah , minimum 300m' / hari ~ 10jam kerja/hari)
- Tidak menimbulkan getaran disekeliling sehingga aman buat bangunan di dekatnya (Minim Retak Struktural pada bangunan tetangga).
- Tidak diperlukan loading test beban aksial, karena mesin hydraulic jack-in dilengkapi dengan pressure gauge (MPA) sehingga beban aksial aktual dapat diketahui dari pembacaan nilai MPA pada pressure Gauge diinstrument mesin. 
Kekurangan Metoda Hydraulic Jack In adalah  :
- Tidak maksimal pengerjaannya jika terjadi hujan karena bila tiang diperlukan welding/pengelasan sambungan maka proses penyambungan tiang pancang.butuh waktu lama 
Lemahabang-20120711-02452
Mesin Hydraulic dengan Roda Crawler


- Jika menggunakan Mesin Hydraulic Jack In Robot lambat untuk berpindah dari satu titik ke titik pemancangan yang lain, sedangkan jika menggunakan Mesin Hydraulic Jack In dengan roda Crawler : cepat untuk berpindah dari satu titik ke titik pemancangan yang lain, akan tetapi tidak terlalu baik dalam pressure pemancangan dan kurang siku (tergantung permukaan tanah yang menjadi landasan)
20121011_170420
Mesin Hydraulic dengan Crane




- Pada saat mobilisasi mesin kelokasi proyek mesin Hydraulic jack-in sangat tergantung terhadap ketersediaan Tronton dan crane service (Mobile Crane). sedangkan dalam proses pemancangan bila mesin tidak dilengkapi dengan crane maka harus disediakan juga diproyek  crane service (Mobile Crane) dimana fungsi dari crane disini adalah sebagai alat untuk mengangkat tiang pancang dimasukkan ke dalam penjepit hydraulic jack dan pemancangan pun dapat diilakukan.


Metoda Pelaksanaan Pemancangan dengan Hydraulic Jack In:

1. Perkerjaan persiapan.
- Kontraktor pancang harus menerima beberapa dokementasi pendukung pekerjaan dari pemberi kerja antara lain : Sondir Report dan atau Data Bor Log, Lay out drawing titik pancang dan working load rencana untuk kemudian diketahui berapa tiang ukuran yang akan dipakai.
- Kontraktor pancang memberikan proposal kerja berupa penawaran (quotation), time schedule produksi tiang dan pelaksanaan, bila diperoleh kesepakatan maka akan ditindaklanjuti dengan survey lokasi; dimana harus dipastikan akses kelokasi cukup baik dan tanah dilokasi harus merupakan tanah padat untuk menghindari tronton dan crain service ambles ketika mobilisasi kelokasi.

Penjaringan-20120730-02518
Lokasi belum siap 

  
IMG-20120703-02396
Ambles karena kepadatan tanah kurang

20121024_114310
Lokasi cukup padat dan rata; siap untuk mobilisasi mesin



2. Mobilisasi Mesin.
2nov2012+523
Mobilisasi mesin menggunakan 5 tronton + 1 Crane Service
IMG-20120703-02383
Persiapan Mobilisasi dari Workshop
2nov2012+524
Crane Service Memasuki Lokasi














20120923_105132
Setting Mesin Menggunakan Crane Service





2nov2012+533
 Diikuti 5 Tronton yg membawa Mesin










2nov2012+548
MESIN PANCANG HYDRAULIC JACK IN KAPASITAS 120 TON TELAH SIAP UNTUK DIGUNAKAN


3.Pemancangan.
20120914_235809
Tiang dikirim tiap hari menggunakan tronton
Pertama : Suplay/kedatangan tiang pancang keproyek dipersiapan sedemikian mungkin sesuai dengan kebutuhan harian pemancangan.






IMG-20120706-02406
Proses pemancangan dengan grip ujung

Kedua
mengangkat tiang pancang menggunakan crane dan kemudian dimasukkan ke dalam grip(jepit) pada mesin hydraulic jack-in. Tiang ditekan secara statis ke dalam tanah. 
Sebagai tambahan : jarak terdekat titik pancang kedinding tetangga adalah 70-80 cm (seperti terlihat pada gambar) menggunakan Grip Ujung dengan kapasitas maksimum = +/-50% dari kemampuan mesin. Sedangkan bila menggunakan Grip Tengah maka Kapasitas Tekan adalah 100% dari kemampuan mesin.
Q1+kapasitas120ton
Pemancangan dengan Grip Tengah
IMG-20120706-02407
Pengoperasian MESIN Hydraulic Jack In di dalam Kabin 
Ketika tiang pancang ditekan ke dalam tanah dapat dibaca nilai MPA pada Pressure Gauge yg menunjukkan kekuatan daya dukung tanah.


IMG-20120706-02411
Welding Sambungan
Ketiga: apabila tiang pancang tinggal 2 meter dr permukaan tanah dan belum mencapai MPA yang diinginkan maka tiang disambung dgn tiang pancang berikutnya. Proses penyambungannya dengan pengelasan (welding), dimana pada masing ujung tiang pancang terdapat plat baja yg gunanya untuk media penyambungan.




Keempat: apabila tiang pancang yang kedua tinggal 2 meter dr muka tanah dan kedalaman pemancangan sudah hampir mendekati kedalaman sondir dan MPA bacaan pada pressure gauge sudah hampir mendekati MPA yang diinginkan, maka untuk tiang berikutnya dimasukkan alat bantu yg berupa baja solid yg bentuknya sama dgn tiang pancang (tiang doly) agar diharapkan tiang dapat terdorong rata tanah ataupun didorong lebih jauh lagi masuk kedalam tanah (jika nantinya hendak digali untuk pembangunan basement).


IMG-20120706-02421
PRESSURE GAUGE
Kelima: apabila Mesin pancang telah mencapai MPA yang diinginkan, dapat ditandai dengan bacaan pada pressure gauge dan apabila dorongan mesin sudah melewati kemampuan mesin maka mesin akan terangkat sebagian ini pertanda bahwa pemancangan sudah mencapai tanah keras maka proses pemancangan sudah selesai.






4.Demobilisasi.
20120923_102816
5 Tronton standby di depan proyek
20120923_114135
Crane Service standby

20120923_105109
Mesin siap untuk dibongkar

IMG-20120801-02525
MESIN SIAP UNTUK DEMOBILISASI KE WORKSHOP





Pesan Sponsor     :p      :p     :p

Penggunaan Mesin Hydraulic Jack In adalah cukup bijak sana untuk mendapatkan hasil dan keakuratan PRESSURE pada saat pemancangan dilakukan....

PT.INDOPILE tidak menjanjikan harga yang kompetitif kepada costumernya tetapi menjanjikan kualitas  pekerjaan pemancangan terbaik dengan pressure gauge pada mesin selalu terkalibrasi, presisi mengenai schedule dan Standart Operational yang terbaik buat proyek costumernya....

HUBUNGI KAMI JIKA ANDA MEMBUTUHKAN YANG LEBIH BAIK....


Katherina Phillips
Art Ajaib Updated: 7:40:00 PM

Popular Posts

Recent Posts

Terbukti AGP Company merupakan perusahaan yang handal dan Profesional dalam bidang Hydraulic Breaker, sudah Terbukti...!!!!!...

Pneumatic Hydraulics Pneumatic Hydraulic 001 Pneumatic Hydraulic 002 Pneumatic Hydraulic 003 Pneumatic Hydraulic 004 Pneumatic Hydraulic 005 Pneumatic Hydraulic 006 Pneumatic Hydraulic 007 Pneumatic Hydraulic 008 Pneumatic Hydraulic 009 ...

Double-Action Hydraulic Cylinders Mounting : CA + I Working Pressure : 150 bars. Welded 021 Mounting Aplication Komatsu - Forklift Cylinders Notes : Terima pesanan sesuai permintaan pelanggan. (Customer Request According). ...

Dock Leveler Specification : Capacity :   12000 kg Platform Length : 2400mm Frame Length : 2575mm Platform Width : 2000mm Min. Lip Width : 2000mm Lip Length : 480mm Overall Height : 500mm Max. Lower : 380mm Max. Raise : 850mm Notes : Terima pesanan sesuai perm...

Daftar Project terbaru PT.Indopile: 1. Pabrik Zipper YKK (PT.Takenaka Indonesia) Deltamas Cikarang2. Kostan Blumbang (PT. IMAJI CIPTA TRIDHISTANA) Setiabudi 3. TOKAI RUBBER INDONESIA Factory (PT.Indonakano) KawasanIndustriMitraKarawang4. Pabrik Spun Pile NK (PT. INASAWAHANA LESTARI) Suban...

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 ...

Powered by Blogger.
Back To Top